(Seri 1) EKONOMI SENIMAN DI LUAR ARUS UTAMA
Siapa Sebenarnya yang Membeli Karya Mereka? Ketika kita membayangkan pasar seni, kepala kita langsung dipenuhi art fair di Jakarta, galeri putih di Senayan, balai lelang, dan kolektor yang membeli lukisan seharga ratusan juta rupiah. Itu memang pasar seni. Tapi itu bukan satu-satunya. Di luar itu ada dunia yang jauh lebih besar, lebih berisik, lebih hidup, dan jarang ditulis. Ada pelukis yang melukis di ruang tamu. Perupa yang mengubah garasi jadi studio. Ilustrator yang jualan lewat DM Instagram. Muralis yang hidup dari kafe ke kafe. Seniman yang jadi guru di pagi hari, desainer di siang hari, dan baru bisa berkarya di malam hari. Mereka bukan tidak punya pasar. Mereka hanya berada di luar arus utamanya. Dan pertanyaan paling jujur yang jarang ditanyakan adalah: siapa yang sebenarnya membeli karya mereka? Pasar Seni Bukan Hanya Kolektor Kita terlanjur menyamakan pembeli seni dengan kolektor. Padahal di lapisan bawah da...