(Seri 3) EKONOMI PORTOFOLIO — SATU SENIMAN, BANYAK DOMPET
Ada mitos yang masih dipercaya banyak orang, termasuk seniman sendiri: "Seniman yang sukses adalah seniman yang bisa menjual satu lukisan dengan harga sangat mahal." Mitos itu indah, tapi berbahaya. Karena ia membuat seniman menunggu. Menunggu satu pembeli besar. Menunggu satu galeri besar. Menunggu satu pameran besar. Sementara sewa studio harus dibayar tiap bulan. Seniman di luar arus utama tidak hidup dari mitos itu. Ia hidup dari kenyataan yang jauh lebih berantakan — dan jauh lebih cerdas. Ia hidup dari ekonomi portofolio. Satu Lukisan vs. Banyak Pintu Bayangkan dua seniman. Seniman A adalah purist. Ia hanya ingin menjual lukisan di atas kanvas. Ia menjual 1 lukisan seharga Rp12 juta dalam 4 bulan. Setelah terjual, ia menunggu 4 bulan lagi untuk penjualan berikutnya. Dalam setahun, ia punya 3 transaksi. Seniman B adalah seniman portofolio. Dalam 4 bulan yang sama ia menjual: • 4 art print @Rp350 ribu • 3 karya kecil di atas kertas @Rp800 ribu • 1 komisi ilustrasi untuk...