Postingan

Bagaimana Orang Jawa Belajar Membuat Prambanan?

Gambar
  Sebelum ada sekolah seni, mereka belajar dari batu, dari guru, dan dari pekerjaan yang nyata. Pagi baru saja datang ketika seorang anak laki-laki berdiri di dekat tumpukan batu. Usianya mungkin belasan tahun. Di tangannya sebuah alat pemahat. Di hadapannya sebongkah batu yang belum berbentuk apa-apa. Ia tidak membawa buku. Tidak ada meja. Tidak ada papan tulis. Tidak ada guru yang berdiri di depan kelas. Di sebelahnya, seorang pemahat yang lebih tua sedang bekerja. Pemuda itu memperhatikan. Bagaimana alat dipegang. Di mana pukulan diarahkan. Seberapa keras tenaga digunakan. Kapan harus berhenti. Ia mencoba. Salah. Sang pemahat mengambil alat itu, memperagakan sekali lagi, lalu menyerahkannya kembali. Pemuda itu mencoba lagi. Begitulah ia belajar. Kisah kecil ini bukan catatan sejarah tentang seorang pemahat tertentu. Kita tidak mengetahui siapa nama anak itu atau bagaimana persisnya setiap pemahat Prambanan belajar. Tetapi gambaran semacam ini membantu kita memahami sebuah pertan...